4 Jenis Gangguan Sperma Yang Harus Diwaspadai Pria

Gangguan SpermaSperma adalah sel jantan yang dihasilkan oleh pria berguna untuk membuahi sel telur yang terdapat pada wanita. Jika sel ini membuahi sel telur maka akan terjadi kehamilan. Kehamilan akan terjadi di sel jantan atau sel telur betina tidak terjadi gangguan atau bisa dikatakan normal. Sperma yang baik akan berpotensi mempercepat atau memperbesar kehamilan.

Jika kelainan atau gangguan pada sperma itu terjadi terus menerus dan mengakibatkan pasangan tidak bisa hamil. Maka bisa dibilang itu adalah kemandulan. Kemandulan pada pria sangat ditakuti pada pasangan yang ingin memiliki keturunan. Jika terjadi gangguan yang terus menerus pada sperma maka perlu di konsultasikan ke dokter.

Terdapat beberapa jenis gangguan pada sperma yang kerap diderita kaum pria. Yakni ada yang volumenya sedikit, dan ada juga yang bentuk dan ukurannya tidak normal. Informasi jenis gangguan apa yang sedang dialami tersebut hanya dapat diketahui melalui proses analisi sperma di laboratorium khusus.

Di bawah ini empat jenis gangguan sperma yang umumnya dialami kaum pria:

1. Gangguan Sperma Azoospermia

Azoospermia adalah jenis kelainan dimana tidak ditemukan adanya sel sperma dalam semen (air mani) yang diejakulasikan pria. Gangguan terjadi akibat adanya penyumbatan di vas deferens (saluran sperma) sehingga sperma tidak bisa keluar dan bercampur dengan cairan air mani. Penyebab lain yang mungkin terjadi adalah testis gagal memproduksi sperma.

Azoospermia juga dapat disebabkan oleh adanya gangguan yang bersifat genetik seperti sindrom Klinefelter, kondisi ini bisa di uji menggunakan alat ultrasonograph.

Untuk mengobati Azoospermia, maka penyebabnya harus didentifikasi terlebih dahulu. Sebab tidak adanya sperma dalam air mani bukan berarti testis tidak memproduksinya. Kemungkinannya terjadi penyumbatan yang menghambat sperma keluar saat ejakulasi. Dalam hal ini tindakan yang bisa diambil dokter adalah operasi untuk membersihkan sumbatan tersebut.

Jika dalam kondisi sperma yang diproduksi sangat sedikit maka biasanya sperma dikumpulkan untuk digunakan dalam program IVF (In Vitro Fertilisation) atau program bayi tabung dengan teknik Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI) melalui biopsi testis atau menusuk testis (epididimis). Jika hal ini juga tidak memungkinkan maka satu-satunya pilihan untuk terjadinya kehamilan adalah penggunaan donor sperma.

2. Oligospermia

Oligospermia atau biasa juga disebut oligozoospermia adalah jenis kelainan sperma dimana jumlah sel tersebut sangat sedikit atau kurang dari kadar normal dalam air mani. Dalam setiap 1 ml air mani seharusnya terdapat 20 juta sperma. Kurang dari jumlah itu disebut menderita Oligospermia.

Penyebab Oligospermia biasanya berkaitan dengan gaya hidup dan jenis makanan. Setidaknya terdapat 3 penyebab utama sperma mengalami gangguan yaitu faktor kesehatan, lingkungan, dan gaya hidup. Pembengkakan pada testis atau infeksi dapat mengganggu produksi sperma, begitu juga dengan paparan logam berat karena bekerja di industri kimia dapat menyebabkan pria mengalami Oligospermia.

Para dokter meyakini perubahan pola hidup dan menggurangi stres dapat meningkatkan sperma. Hindari berendam di air bersuhu lebih dari 36o C selama lebih dari 15 menit. Jangan menggunakan celana yang terlalu ketat, berhenti merokok dan hindari mengkonsumsi makanan instan. Dokter juga biasanya akan memberi obat-obat penambah kesuburan dan menyarankan penderita rajin mengkonsumsi zat gizi dan makanan yang dapat meningkatkan jumlah sperma.

Jika setelah melalui tahap pengobatan selama beberapa waktu dan istri tidak kunjung hamil maka pasangan direkomendasikan menggunakan metode inseminasi buatan dan mengikuti program bayi tabung.

3. Gangguan Sperma Asthenozoospermia

Asthenozoospermia (atau “asthenospermia”) adalah gerakan sperma (motilitas) rendah. Kondisi ini terjadi bila sperma yang dikeluarkan pria saat ejakulasi tidak memiliki kekuatan untuk berenang dengan cepat melalui lapisan mukosa rahim menuju ovarium untuk membuahi sel telur.

Gerakan sperma sendiri sebenarnya bermacam-macam. Dari jutaan sel yang diejakulasi seorang pria, beberapa sperma dapat bergerak lincah dan cepat, sementara yang lain bergerak lambat dan berkelok-kelok. Jika jumlah sperma yang bergerak cepat kurang dari standar normalnya maka disebut Asthenozoospermia.

Penyebab sperma lambat bermacam-macam, bisa jadi karena bentuknya yang tidak sempurna seperti ekor yang lebih pendek sehingga tidak bisa berenang cepat. Bisa juga karena istri mengalami keputihan yang menghambat pergerakan sperma menuju ovarium.

3. Teratospermia

Teratospermia adalah kondisi dimana bentuk sperma abnormal sangat banyak atau jumlah morfologi sperma normal kurang dari 30%. Penyebab Teratospermia belum diketahui pasti tetapi beberapa penyakit seperti celiac dan Crohn disebut-sebut berhubungan dengan kondisi ini. Adanya kelainan hormonal, trauma pada testis, infeksi dan tumor juga turut mempengaruhi morfologi sperma.

Penderita Teratospermia dikategorikan dalam tiga kelompok utama yaitu kondisi ringan yaitu memiliki 15% sperma normal, kondisi sedang yaitu memiliki 10-15% sel yang masih normal dan kondisi berat yang hanya memiliki 10% sperma normal. Bentuk sperma disebut normal jika memiliki kepala berbentuk oval, leher dan ekor yang panjang.

Sampai sekarang belum ditemukan pengobatan yang pas untuk Teratospermia. Pemberian testosteron, vitamin E dan C, anti oksidan dan bahkan operasi belum sepenuhnya dapat menyembuhkan kondisi ini. Oleh karena itu penderita perlu mempertimbangkan metode pembuahan lain seperti program bayi tabung untuk mendapatkan anak.

Pria menyumbang 30% penyebab kemandulan dalam rumah tangga. Pada umumnya gangguan sperma seperti jumlah, bentuk dan gerakan yang tidak normal menjadi penyebab pria tidak bisa menghamili wanita. Dalam situasi seperti ini, peran dokter untuk mengobati atau memberi alternatif metode pembuahan lain sangat diperlukan. Demikian 4 jenis gangguan sperma pada pria yang perlu diketahui.

Comments

comments

share post: